Langsung ke konten utama

Gadis Manis


Gadis manis menunggu
Pukul lima hari sabtu
Senyum simetris nan lugu
Pembuka hari yang ditunggu

Pukul enam roda berputar
Gadis manis tersenyum lebar
Melaju cepat takut telat
Begitu lambat terasa cepat

Gadis manis pergi ke pasar
Lapar mata, habis bak terbakar
Gadis manis tersenyum
Melipat tangan, mohon ampun

Gadis manis mendaki
Jalan terus tanpa henti
Disambut angin dinginkan diri
Disambut alam hangatkan hati

Ayunkan tangan melempar umpan
Ikan dikolam mendekat cepat
Gadis manis tersenyum tipis
Melihat ikan-ikan berbaris

Namun kala gadis manis berhenti tersenyum
Mengingat luka lama kembali tertegun
Kabar dari angin gunung membuat termenung
Dari masa lalu yang kian lama terkurung

Gadis manis mengangis terluka
Pemilik mata merasa iba
Ikut menangis
Tiada melihat air mata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#10 " Yang manis doong... "

Kamis, 19 April 2018      Pagi sampai siang di hari itu, kamu masih menunggu hadirnya dosenmu untuk memberinya laporan final tugas kuliah praktikmu. Kamu sudah melihat beliau keluar dari mobilnya, namun justru kau tinggal untuk mencetak lembaran kertas tugasmu yang tertinggal. sayang sekali, satu menit kau meninggalkan beliau terbalas dengan berjam-jam kamu menunggu beliau menampakan dirinya. kamu menunggu di depan pengajaran kampus dengan sangat lama dengan teman sekelompokmu, kamu sudah cari di pengajaran, di ruangan beliau berulang kali, namun tak kunjung mendapatkan informasi. sedangkan persis setelah siang hari, dimana bayangan dirimu sudah sepertiga tinggi tubuhmu, kamu mendapatkan temanmu memberi informasi bahwa dosenmu berada di studio sedari pukul 9 tadi. itulah satu-satunya tempat yang tidak kamu pikirkan untuk mencari beliau, kamu menyesali kesabaranmu menunggu selama 4 jam.      Laporan beres, sudah dinilai, tinggal dijilid Hardcover  d...

#9 Kantin

#9 Kantin 12 Februari, hari awal masuk kampus pada semester ini. Sudah lama aku tidak menceritakan lagi tentangnya, bukan berarti aku adalah orang yang malas menulis, hanya saja biarlah kusimpan sendiri cerita hari hari ku mengaguminya. Ah itu alasan. Diawal kisah aku mulai menulis blog ini adalah awal ku mulai menapaki kuliah pada semester 5, dimana ada cerita yang sungguh masih ku ingat sampai sekarang di awal semester 6. Tentang bagaimana ku begitu merindukannya. Hari ini pun akan kuceritakan padamu tentang aku yang melihat senyumnya setelah 2 bulan tak jumpa. Tadinya akan kuceritakan panjang.. tapi malas sumpah, nih aku cerita singkat padamu. Aku melihat dia datang menuju kantin, aku pura-pura tak melihatnya walaupun dia pun tidak melihatku, tapi karena aku lagi ngobrol dengan temanku jadi aku harus pintar pintar mengatur bola mata ini sambil melirik lirik. Kubiarkan ia berjalan menuju kantin, tanpa kusapa. Aku masih ngobrol dan malah tambah asik ngobrol. Akhirnya dia...

Andai Saja

Andai saja kita berjumpa, Sedikit lebih nanti Akankah sebuah cinta Tak lagi milik seorang diri Andai saja kita bertemu, Sedikit tepat waktu Akankah arti merindu Bukan lagi jerit yang membelenggu Jumat 26 Oktober 2018