#6 Saat itu di kantin, aku bersama 5 orang temanku saling berbincang tentang kelas terakhir kuliah kita. Bagaimana tidak? Dalam ruang 8x8m2, dengan formasi kursi macam teater yang semakin meninggi ke belakang, ruang dengan kapasitas 80 orang hanya di tempati oleh 8 orang mahasiswa dan seorang dosen saja. Ini kuliah? Aku rasa bimbel ujian negara. Kami masih mengobrol, bercanda, terkadang menghujat satu sama lain, begitulah cara kami berteman. Kemudian disaat aku sedang fokus menyimak jokes receh temanku, datanglah seseorang. Berkerudung coklat cream manis membungkus wajah imut nan mungilnya, baju hitam kebiruan dipadu-padankan dengan tas biru yang ia gendong, dan rok panjang yang senada dengan jilbabnya, membuatnya berkesan sangatlah manis, terlalu manis bahkan. Dalam jalannya, ia menatapku. Wahai penduduk bumi, sekiranya siapakah yang akan dia datangi? Apa yang harus dilakukan? Waktu kembali berdetik bersamaan dengan sapanya. ...
catatan tidak berguna, tapi sayang untuk dibuang